Dilema antara dua jalan, dan hanya satu yang bisa dipilih. Antara kewajiban dan keinginan, antara logika dan perasaan — garis pemisahnya tipis sekali. Takdir datang dari arah yang nggak kita duga, dan pilihan paling jujur justru yang paling berat dijalani. Setiap keputusan punya konsekuensi yang harus ditanggung sendirian. Yang bikin susah: kapan harus mendengar akal, dan kapan harus pasrah ikut kata hati?