Kamu Budakku" terdengar seperti ancaman pelan. Judul itu saja sudah cukup untuk memicu pertanyaan. Tanpa detail lain yang bisa dipastikan, yang menggantung cuma satu hal besar: siapa yang benar-benar menguasai siapa di antara dua orang yang terlihat setara? Suasana yang ditawarkan judul ini terasa kelam, penuh dominasi, dan mungkin ada dendam yang mengendap lama. Ujung-ujungnya, yang jadi tawanan bukan selalu yang paling lemah.