Benda paling remeh terkadang justru jadi penentu nasib dunia saat kehancuran total di depan mata. Cerita ini membawa premis bertahan hidup yang ganjil ketika sisa-sisa peradaban yang terbuang mendadak punya nilai magis. Ancaman kiamat terus membayangi, memaksa siapa pun memutar otak memanfaatkan rongsokan demi tetap bernapas sehari lagi. Tekanan datang bertubi-tubi tanpa ada ruang untuk salah langkah. Di tengah kekacauan yang tak terelakkan, mampukah tumpukan barang tak berharga membalikkan takdir akhir zaman?