Judulnya sudah nunjukin nuansa pahitnya kesenjangan: sementara satu kampung kelaparan terpaksa memakan kulit pohon untuk bertahan, ada yang bisa menikmati kaki babi lezat di ruang pribadinya. Film ini kemungkinan besar masuk genre drama sosial yang mengeksplorasi realitas kemiskinan dan kontras antara penderitaan banyak orang dengan kenikmatan segelintir yang punya akses. Atmosfernya tegang, penuh kritik halus terhadap struktur sosial yang timpang. Yang bikin penasaran, siapa sebenarnya orang yang makan kaki babi itu, dan apa hubungannya dengan kampung yang kelaparan?