Judul saja sudah bikin penasaran. Apa hubungannya team building, kebangkrutan perusahaan, dan larangan menangis? Dari premis yang absurd ini, kemungkinan besar kita akan disuguhi komedi gelap tentang karyawan yang ditinggal perusahaan saat acara team building — entah di pulau terpencil, hutan, atau tempat asing. Perusahaan kolaps, dan mereka harus bertahan dengan sisa budget kantor yang minim. Solidaritas diuji, hirarki kantor runtuh, dan survival jadi prioritas baru. Yang tadinya bos sekarang bingung masak air. Pertanyaannya: apakah mereka akhirnya pulang, atau malah membangun kehidupan baru di sana?